Showing posts with label serba serbi. Show all posts
Tuesday, October 7, 2014
3 Kenangan Cinta Era Akhir 90an dan Awal 2000an
Anda yang beranjak dewasa pada akhir tahun 90an atau awal tahun 2000an tentu memiliki berbagai macam kenangan - kenangan yang sulit untuk dilupakan. Di antara kenangan tersebut, tentu banyak kisah asmara di dalamnya. Saya juga termasuk orang yang beranjak dewasa pada masa tersebut. Berikut adalah beberapa gaya pacaran yang banyak ditemui pada era akhir 90an dan awal 2000an.1. Surat Jadi Alat Favorit
Pada masa itu, Handphone dan sejenisnya masih belum menjadi perangkat komunikasi yang umum seperti sekarang ini. Oleh karena itulah, belum booming istilah seperti SMS, apalagi BBM. Karena itulah, surat menjadi alat yang paling banyak digunakan oleh seseorang untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang yang dia suka.Surat di sini biasanya bukan berbentuk surat resmi yang dikirimkan lewat kantor pos dan memakai perangko, akan tetapi hanya secarik kertas yang kita berikan kepada gebetan kita, entah itu menggunakan amplop dengan motif hati atau bunga - bunga, atau bahkan tanpa amplop. Cara memberikan surat ini juga berbeda - beda, ada yang menyerahkan langsung, ada yang diam - diam menyelipkan di bawah meja gebetan, dalam tasnya, atau diselipkan di buku pelajaran, dan ada juga yang dititipkan kepada teman kita atau teman gebetan.
Beberapa orang biasanya langsung mengutarakan isi hatinya kepada gebetan dengan memberikan nama jelasnya pada surat tersebut. Sebagian lagi biasanya tidak mengungkapkan dengan jelas jati dirinya dalam surat tersebut. Ada yang hanya memberikan inisial, nama samaran, atau bahkan tanpa nama sama sekali. Entah karena malu atau mungkin sedang berusaha main detektif - detektifan dengan gebetan. Nama samaran yang biasa dipakai seperti pemuja rahasiamu, sang pengagummu, dan nama - nama samaran lainnya.
2. Wartel Jadi Tempat Penuh Cinta
Wartel cukup menjamur pada era ini. Sebagian orang pada masa sekarang ini mungkin tidak tahu apa itu wartel, bagaimana bentuknya, bagaimana fungsinya. Wartel adalah Warung Telekom atau Warung Telepon, dimana kita bisa menelepon di tempat tersebut dengan biaya persatuan waktu. Ada yang permenit, perdetik, dan lain - lain. Anda bisa cari informasinya di internet jika anda penasaran.
Wartel biasa digunakan orang untuk berkomunikasi dengan pasangan mereka, karena seperti yang saya jelaskan sebelumnya, handphone masih jarang dimiliki oleh orang - orang. Kadang - kadang wartel tersebut penuh diisi oleh orang - orang yang asyik berkomunikasi dengan pacar atau gebetan mereka, bahkan ada yang berjam - jam.
3. Peran Penting Mak Comblang
Ada yang tahu arti Mak Comblang? Mak Comblang adalah sebutan untuk orang yang menjadi perantara kita dengan gebetan. Dia adalah tim sukses kita yang menjadi suksesor kita untuk jadian dengan gebetan. Untuk mereka yang malu PDKT dengan gebetan melalui surat atau telepon, biasanya mereka menggunakan peran seorang mak comblang untuk mendekati gebetan. Mak comlang di sini biasanya adalah teman dekat kita atau teman dekat gebetan. Intinya mereka adalah orang yang mempunyai akses untuk berkomunikasi dengan gebetan.
Mak comblang ini biasanya akan terus mencari informasi tentang gebetan untuk kita, serta memberikan saran apa dan bagaimana cara yang baik buat kita untuk mendekati gebetan. Selain itu, mereka juga akan berusaha memberikan pandangan yang baik tentang kita kepada gebetan sehingga gebetan akan melihat kita sebagai sosok yang sempurna sebagai pasangannya.
Demikian 3 hal yang menjadi warna dalam dunia percintaan pada era akhir tahun 90an dan awal tahun 2000an. Apakah anda pernah mengalami 3 hal tersebut??
Tuesday, September 16, 2014
Cinta Sejati, Napas Terakhir Suami Untuk Sang Istri
Sebuah berita saya baca dari wolipop tentang sepasang suami istri yang meninggal berdampingan di rumah. Adalah Dave dan Corrine Molter yang ditemukan meninggal berdampingan, setelah diketahui bahwa Dave sempat mencoba memberikan napas buatan kepada istrinya.
Brandy Williams adalah orang yang pertamakali mengetahui meninggalnya Dave dan Corrine. Dia awalnya curiga karena saat berkunjung ke rumah pasangan yang sudah menikah selama 60 tahun itu, tak ada orang membukakan pintu padahal bel sudah dipencet berkali-kali. Brandy memang rutin datang ke rumah keduanya setidaknya tiga kali dalam seminggu untuk mengecek kondisi mereka.
Beberapa kerabat menceritakan bahwa kisah cinta keduanya layaknya sebuah film, bukan kehidupan nyata. Oleh karena itulah, mereka sepertinya tidak heran melihat keduanya yang meninggal berdampingan.
Dave juga dianggap sebagai suami yang begitu berdedikasi kepada istrinya. Dia selalu menjaga sang istri yang menderita Alzheimer parah. Dave akan selalu mengikuti Corrine secara diam - diam saat Corrine sedang berjalan - jalan. Hal ini dia lakukan agar sang istri tidak merasa sedang diawasi.
Membaca berita ini membuat saya menjadi terharu. Pasangan yang menikah selama 60 tahun, selalu terus bersama hingga akhir hayat. Bahkan melihat dedikasi sang suami membuat saya ingin memiliki hubungan seperti itu, bagaimana kita berdedikasi kepada pasangan kita, selalu saling menjaga dan menerima apa adanya.
Saya yakin banyak di antara anda yang juga memimpikan hubungan yang luar biasa seperti ini. Menghabiskan waktu kita bersama dengan orang tercinta. Beruntunglah anda yang saat ini memiliki hubungan yang sangat baik dengan pasangan anda. Cobalah untuk bertanya kepada pasangan anda, ingin seperti apa hubungan anda sekarang untuk ke depannya. Jika kalian memiliki mimpi dan harapan yang sama, cobalah untuk meraihnya. Namun jika tidak, cobalah untuk lebih memahami lagi satu sama lain, jangan sampai nantinya anda terjebak dalam hubungan anda sendiri.
sumber berita : wolipop.detik.com
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)